Pemuda Muhammadiyah Sumbawa Tolak Tuduhan Radikal terhadap Prof. Din Syamsudin

Sumbawa Besar, Fokus NTB - Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Sumbawa, Ubaidullah menolak tegas laporan yang ditujukan ke Prof Din Syamsuddin ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) terkait dugaan radikalisme yang dilaporkan oleh Gerakan Anti Radikalisme (GAR)  Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) .

Ubay menjelaskan tuduhan radikalisme itu adalah keliru besar dan salah alamat, bahkan tak masuk akal sehat, dikaji dari sisi manapun. Prof Din adalah tokoh bangsa yang agamis dan Pancasilais. Ketokohannya diakui oleh dunia internasional sebagai pelopor utama dialog antarperadaban membawa pesan perdamaian. Sementara itu, di dalam negeri, tokoh utama lintas agama yang mengedepankan pesan kerukunan dan mengajak kerjasama untuk kemanusiaan. 

Maka dari itu, sambung Ubay, "Perlu diketahui bahwa Prof Din adalah seorang guru bangsa, pernah memimpin organisasi Islam besar di Indonesia dan dunia, yaitu Muhammadiyah dua periode. Kemudian menjadi ketua MUI, dan Utusan khusus Presiden Bidang Perdamaian. Hal ini jelas sekali menjadi bukti bahwa Beliau merupakan sosok yang paham tentang kondisi dan situasi bagaimana cara mengelolah kehidupan berbangsa dan bernegara," terangnya.

Perlu diketahui juga, Profesor Din Syamsuddin  merupakan tokoh yang meletakkan konsep Pancasila sebagai Darul Ahdi WA Syahada. Selain itu Prof Din juga pernah menjadi utusan Presiden Jokowi sebagai Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerja Sama Antaragama dan Peradaban, jelasnya.

PD Pemuda Muhammadiyah Sumbawa mempertanyajan radikalnya dimana? Bahkan dalam penilaian cendekiawan muda Muhammadiyah Sumbawa itu, orang yang melapor ini adalah diduga orang yang iri, sakit hati, dengki dan hasad.

Perlu diketahui bersama lanjut Ubay, "Selaku warga Muhammadiyah, kami menduga bahwa umat Islam dan tokoh bangsa ini tengah berusaha untuk diadu dan dipecah belah. Khusus kepada persarikatan Muhammadiyah, kami merasa organisasi kami tengah jadi semacam target operasi itu. Kini kami tengah menunggu apa instruksi dari pimpinan Muhammadiyah kepada warganya," tegasnya. (Deds)

0/Post a Comment/Comments