KMENTERIAN KELAUTAN JADIKAN NTB PUSAT PEMBINAAN UKM


          Mataram, Fokus NTB  - Kementerian Kelautan dan Perikanan berencana membangun pusat pembinaan usaha kecil menengah (UKM) bidang perikanan dan kelautan di Provinsi Nusa Tenggara Barat pada 2013 untuk memaksimalkan hasil pengolahan komoditas tersebut.

         Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP) pada Kementerian Kelautan dan Perikanan Saut Parulian Hutagalung di Mataram, Senin mengatakan bantuan khusus dari kementerian tersebut diberikan kepada NTB karena dinilai cukup konsisten dalam mengelola dan mengembangkan potensi di bidang kelautan dan perikanan.

         "Kami ikuti selalu perkembangan pembangunan di bidang kelautan dan perikanan di NTB. Untuk itu kami memberikan bantuan khusus sehingga pengelolaannya bisa lebih dioptimalkan," katanya usai membuka acara "Seawed International Business Forum and Exhibition 4" (Seabfex 4), 22/10.

         Ia mengatakan pembangunan pusat pembinaan UKM di NTB pada 2013 merupakan yang pertama kali dibentuk di Indonesia.

         Saud mengaku belum mengetahui secara pasti besaran anggaran yang dibutuhkan untuk membangun lembaga itu, namun pihaknya akan menyalurkan dana awal sebesar Rp600 juta dan akan terus berkelanjutan.

         Lokasi pembangunan pusat pembinaan UKM kelautan dan perikanan itu, akan dibahas bersama Pemerintah Provinsi NTB.

         "Kalau lokasi pembangunan lembaga itu masih kita bahas dengan pemerintah daerah, namun kami sarankan lokasinya berada di sentra produksi rumput laut," ujarnya.

         Menurut Saud, Pemerintah Provinsi NTB dan kabupaten/kota memiliki komitmen kuat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan mengoptimalkan pemanfaatan kelautan dan perikanan.

         Ia mencontohkan, melalui program unggulan rumput laut, NTB dinilai sudah mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah pesisir.

         Adanya pusat pembinaan UKM kelautan diharapkan nilai tambah dari produk olahan kelautan dan perikanan akan lebih baik.

         "Kalau lembaga itu ada, saya yakin nilai tambah bagi para pengusaha produk olahan hasil kelautan dan perikanan akan lebih baik. Terutama rumput laut yang sudah menjadi program unggulan Pemerintah Provinsi NTB," ujarnya. (Ant)

0/Post a Comment/Comments