OpiniPeristiwa

Di Timur Sumbawa Ada Lahan Pertanian Non Produktif Seluas Kurang Lebih 90.000 Hektar

Syaifullah, S.Pd

Ijinkanlah saya menyampaikan sebuah harapan baik, namun itu masih menjadi harapan. Artinya belum terwujud. Masih diwacanakan Pemerintah Kab. Sumbawa semenjak Pilbup pertama 2004. Menjadi Misi yg tertuang dalam Proker salah satu calon. 

Sebelum saya urai lebih lanjut, bahwa judul diatas dan penjelasan saya, dapat saya pertanggung jawabkan dengan sebuah argumen yg kuat lagi masuk akal. 

Sebenarnya, pasca Bendungan Labangka Komplek yg kandas. Kami punya harapan baru, Yaitu Sangkok Bawi yg terletak di Desa Muer.  Pemerintah Kabupaten Sumbawa Pernah berjanji yg Janji itu masih terngiang jelas di telinga orang desa muer. Dalam hal ini kepentingan Petani/masyarakat untuk menghidupkan lahan tersebut. Namun saya tidak mau terjebak pada satu takaran pemikiran, yg hanya berfikir tentang petani melulu. Perlu kita perhatikan dengan seksama akan seperti apa ekonomi masyarakat jikalau memanen hasil pertanian dalam 1, 2 atau 3 siklus tanam di atas lahan seluas 90.000 Ha. Tentu imbasnya terhadap pendapatan ekonomi yg lebih besar. Daerah pun akan merasakan dampak yg sangat signifikan dari hasil olahan bumi masyarakat yg diatas 80% lebih skilnya di pertanian. Hal ini tentu serasi dengan SDA yg Sumbawa miliki. 

Gambar Besar ini harus pemerintah baca dengan Dua petikan nada. Petikan Nada pertama tentang menjawab kebutuhan masyarakat. Petikan Nada Kedua yakni Daya tambah pendapatan Ekonomi yg lebih besar bagi Daerah. Roh dan Marwah ekonomi kerakyatan, yg harus kita pahami terletak pada sektor Tani. Ketika sektor ini produktif. Artinya semua prasyarat infrastrukturnya ada. Jelas akan mengarah kepada berkembang dan majunya bidang-bidang yang lain. Seperti Kesehatan, SDM, Ekonomi, Pariwisata, Budaya dan Politik. 

Semenjak pilkada 2004 kami ingat betul bagaimana para calon mengatakan akan membangun dan mengusahakan bendungan yg dapat menghidupkan lahan di Wilayah kecamatan Maronge,  Plampang, dan sebagian Wilayah Kecamatan Empang Yakni Labangka Komplek. Karena pada saat itu plampang dan Labangka masih satu kecamatan. Sehingga masyarakat sangat optimis karena hajat hati selama ini yg diimpikan akan terwujud. Entah kepentingan apa yg menghadang hingga itu Batal. Sampai dengan Sekarang semuanya Pinokio.  Bahkan kami masih ingat Jelas bagaimana di tengah Lapangan sepakat debat kandidat pilbup 2015 ada kandidat yg menyatakan siap membangun Labangka Komplek kalau ia terpilih. Tapi ini bukan soal siapa yg berjanji, dan bukan soal siapa yg terpilih. Tetapi soal one man/women, one vote. Ada suara tuhan lewat tangan rakyat yg telah membuat saudara duduk menjadi Bupati dan Wakil Bupati. Ada isak tangis rakyat yg menanti keajaiban selama puluhan tahun. Dan itu bukan hanya janji Bapak  kepada Rakyat saja. Tapi itu sudah menjadi janji Bapak kepada Tuhan Karena Bapak telah disumpah menjadi Bupati dan Wakil Bupati. Atas Nama Kepentingan Rakyat.

Terlepas dari penyampaian yg cukup emosional tersebut ada satu hal yg sangat penting untuk saya sampaikan. Bahwa Labangka Komplek adalah hutang Demokrasi Kabupaten Sumbawa yg belum terbayar sampai dengan detik ini. Entah siapa yg akan melunasi. Kami pun tak Tahu. Cukup untuk diketahui dan diingat agar kita tidak membiasakan diri untuk menjadi pemimpin pemimpin Pelupa. 

Silahkan cek datanya berapa hutang petani di Bank untuk biaya pratanam dengan persentase pemambayaran pasca panen. Berapa Liter obat pestisida dan Insektisida serta berapa saset jika dirupiahkan..? entah siapa yg panen duluan. Karena di lahan yg kering dan tadah langit petani bukan hanya bertempur dengan kurangnya pupuk untuk memastikan padi dan jagung tumbuh dengan baik. Bukan hanya bertempur dengan hama/wereng. Tetapi petani bertarung dengan rumput  liar yg obatnya dengan harga Rp. 250.000/ 10 Ml. Dengan luas lahan rata-rata 1-2 Ha/petani. Nama obatnya Tabas,  Naomin,  Rice Back, dll. Artinya bahwa ada perbandingan biaya pratanam antara sawah yg memiliki irigasi dibanding sawah tadah langit.

Kami menuntut pemerataan Pembangunan. Ketika di Wilayah Tengah Sudah ada Bendungan Batu Bulan dan Mama yg dapat menghidupkan Lahan persawahan beberapa kecamatan. Wilayah Barat Sumbawa Sudah mau Jadi bendungan Beringin Sila. Di Timur belum ada satupun bendungan skala besar yg posisinya strategis untuk menghidupkan pertanian beberapa kecamatan. Inilah inti dari maksud kami. Supaya pemerintah segera sadar. Bahwa ada potensi besar yg masih di abaikan. 

Untuk diketahui kami yg berasal dari Brangkolong,  Muer, Jompong, sejari, sepakat, Plampang, Labangka 1- 5, Sp Prode 1-3, Usar, Marpe, sebagian Sepayung, sinar jaya, Teluk Santong dll daerah tadah langit.  Kami hidup dari kasih sayang Allah SWT lewat air hujan. Bukan perhatian pemimpin kami.🙏

Bendungan hanyalah cover dari maksud kami. Tapi hakikatnya, Kami menawarkan masa depan yg cerah kepada Siapapun Pemimpin Kabupaten Sumbawa.

FokusNTB

Fokus NTB - Kabar Warga Nusa Tenggara Barat I email: fokusntb@gmail.com

Related Articles

Back to top button